Batam is an island-city in Indonesia. Strategically located in the
Malacca Straits and close to Singapore and Johor (Malaysia) cities, Batam gains
its status as a Special Economic Zone (SEZ) which has made its growth rapid and was categorized as one of the fastest-growing cities in the world in term of population according to US-based consultancy Demographia (The Guardian, 2015). As
result, carrying capacity and land shortage of Batam has become the main
concern followed with the issues of clean water
supply availability, high amount of domestic waste and land management
including coastal reclamation activities. Moreover, the existence of two government agencies in
managing the development of Batam has led to the dualism of planning governance
and caused the conflict of authority. The underlying conflict pits
Batam-Indonesia Free Zone Authority (locally known as BP Batam), which is a central government
agency and the local government, Batam City Government (locally known as PEMKO Batam).
SEJARAH RENCANA PENGEMBANGAN PULAU BATAM TAHUN 1979
Oleh
Alpano Priyandes
Gambaran Wilayah Pulau Batam Tahun 1970-an
Pulau Batam mulai dikembangkan oleh
Pertamina sejak tahun 1969 dan pada tahun 1972 diputuskan dalam Peraturan
Pemerintah (PP) No.20 Tahun 1972 untuk meneruskan pembangunan Daerah Industri
Pulau Batam dengan biaya oleh Pertamina, kemudian pada tahun 1973 dengan Keppres
No.41 Tahun 1973 partisipasi Pemerintah secara langsung diwujudkan.
![]() |
| Ketua Otorita Batam B.J. Habibie sedang menjelaskan rencana pengembangan Pulau Batam kepada Presiden Soeharto sambil melihat peta Pulau Batam |
Pada waktu krisis Pertamina
tahun 1975/1976, pembangunan di Batam mulai menyurut, pada waktu itu telah
dilakukan pembukaan dan pembangunan daerah Batu Ampar, Sekupang dan Pantai
Timur. Khususnya di Batu Ampar dan Sekupang pembangunan yang dilakukan lebih
pesat, meliputi: pelabuhan laut, sekolah, perkantoran, rumah sakit, perumahan,
pembangkit tenaga listrik dan penyediaan air bersih. Di Batu Ampar, beberapa
kegiatan industri telah mulai beroperasi. Usaha peternakan, perikanan, industri
telah dikembangkan di sekitar Sekupang, Batu Ampar dan Pantai Timur.
KAWASAN RAWAN BENCANA LONGSOR DALAM PENATAAN RUANG KOTA BATAM
Oleh
Alpano Priyandes

Langganan:
Postingan (Atom)

